Kondisi kadar asam urat dalam darah lebih dari 7,0 mg/dl pada pria dan pada wanita 6 mg/dl. Hiperurisemia dapat terjadi akibat meningkatnya produksi ataupun menurunnya pembuangan asam urat, atau kombinasi dari keduanya. Gout adalah radang sendi yang diakibatkan deposisi kristal monosodium urat pada jaringan sekitar sendi.
Masalah Kesehatan
No. ICPC-2 : T99 Endocrine/metabolic/nutritional disease other T92 Gout
No. ICD-10 : E79.0 Hyperuricemia without signs of inflammatory arthritis and tophaceous disease
M10 Gout
Tingkat Kemampuan : 4A
Hasil Anamnesis (Subjective)
Keluhan
- Bengkak pada sendi
- Nyeri sendi yang mendadak, biasanya timbul pada malam hari.
- Bengkak disertai rasa panas dan kemerahan.
- Demam, menggigil, dan nyeri badan.
Faktor Risiko
- Usia dan jenis kelamin
- Obesitas
- Alkohol
- Hipertensi
- Gangguan fungsi ginjal
- Penyakit-penyakit metabolik
- Pola diet
- Obat: aspirin dosis rendah, diuretik, obat-obat TBC
Pemeriksaan Fisik
Arthritis monoartikuler dapat ditemukan, biasanya melibatkan sendi metatarsophalang 1 atau sendi tarsal lainnya. Sendi yang mengalami inflamasi tampak kemerahan dan bengkak.
Pemeriksaan Penunjang
- X ray: Tampak pembengkakan asimetris pada sendi dan kista subkortikal tanpa erosi
- Kadar asam urat dalam darah > 7 mg/dl.
Diagnosis Klinis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan untuk diagnosis definitif gout arthritis adalah ditemukannya kristal urat (MSU) di cairan sendi atau tofus.
Gambaran klinis hiperurisemia dapat berupa:
1. Hiperurisemia asimptomatis
Keadaan hiperurisemia tanpa manifestasi klinis berarti. Serangan arthritis biasanya muncul setelah 20 tahun fase ini.
2. Gout arthritis, terdiri dari 3 stadium, yaitu:
- Stadium akut
- Stadium interkritikal
- Stadium kronis
3. Penyakit Ginjal
Diagnosis Banding
Sepsis arthritis, Rheumatoid arthritis, Arthritis lainnya
Komplikasi
1. Terbentuknya batu ginjal
2. Gagal ginjal.
Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)
Penatalaksanaan
Mengatasi serangan akut dengan segera
Obat: analgetik, kolkisin, kortikosteroid
- Kolkisin (efektif pada 24 jam pertama setelah serangan nyeri sendi timbul. Dosis oral 0,5-0.6 mg per hari dengan dosis maksimal 6 mg.
- Kortikosteroid sistemik jangka pendek (bila NSAID dan kolkisin tidak berespon baik) seperti prednisone 2-3x5 mg/hari selama 3 hari
- NSAID seperti natrium diklofenak 25-50 mg selama 3-5 hari
Program pengobatan untuk mencegah serangan berulang
Obat: analgetik, kolkisin dosis rendah
Mengelola hiperurisemia (menurunkan kadar asam urat) dan mencegah komplikasi lain
- Obat-obat penurun asam urat. Agen penurun asam urat (tidak digunakan selama serangan akut). Pemberian Allupurinol dimulai dari dosis terendah 100 mg, kemudian bertahap dinaikkan bila diperlukan, dengan dosis maksimal 800 mg/hari. Target terapi adalah kadar asam urat < 6 mg/dl.
- Modifikasi gaya hidup
- Minum cukup (8-10 gelas/hari).
- Mengelola obesitas dan menjaga berat badan ideal.
- Hindari konsumsi alkohol
- Pola diet sehat (rendah purin)
Kriteria Rujukan
1. Apabila pasien mengalami komplikasi atau pasien memiliki penyakit komorbid
2. Bila nyeri tidak teratasi
Peralatan
1. Laboratorium untuk pemeriksaan asam urat.
2. Radiologi
Prognosis
Quo ad vitam dubia ad bonam, quo ad fuctionam dubia
Referensi
- Braunwald, Fauci, Hauser, editor. Harrison’s Principals of Internal Medicine. 17thed. USA: McGraw Hill, 2008.
- Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Setiati S, eds. Buku ajar ilmu penyakit dalam. 4 ed. Vol. III. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI; 2006.